Jumat, 05 Agustus 2011

Halal and Healty Foods

Consuming foods that are halal become an absolute must for Muslims. Not only halal food ingredients, but also how to obtain it must be lawful, and we must also consider how its processing. The food we eat not only be processed in a clean but must also be processed in a place that is not mixed with a processing tool or a presentation tool that is used to process food that is haram. Food ways must be adapted to the teachings of the Prophet, so that the food we eat but also good for filling our bodies.

Tips to Prevent Flu and Colds Without Medication

         Flu and Colds are two diseases that often come in the monsoon or transition season like now. But apparently there are ways to avoid and cure the flu and common cold without drugs. Here are some tips on preventing and treating influenza with no cure.
1. Maintain hygiene by always washing hands after each move and before eating.
2. Eat an orange every day.
3. Try to keep your body warm, always wear a jacket or heavy clothing when going out in the rain.
4. Drink plenty of water at least 8 glasses a day.
5. Eat garlic every day because they contain quercetin, a compound that fight viruses and bacteria to make  immunity.
6. Get plenty of rest.
7. Avoid stress because it can reduce the immune stree.
8. Exercise can strengthen the immune system, at least walk for 30 minutes.
9. If not cold, drop a few drops of eucalyptus oil into a container of boiling water, cover head with towel and inhale its vapors.
10. Do not smoke, because smoking raises tension on the respiratory system.
11. Pray always to be avoided from health and disease.

The Tips on How to Maintain Assets of Wife-Husband

1. Do not be wasteful
    Use treasures that we have the best possible and should not be used for the benefit of no use (in vain).
2. Requested permission from the husband to spend what we want
    Communication is the bridge to maintain the harmony of the family. For that before we buy anything it helps us, and discuss to the husband. Whether we buy goods that would be useful for later.
3. Buying an item is required only
   Use items that can still be used and do not buy in advance because it will useless if the item will not be used.
4. Save part of the husband earned a living
    Saving money is important, because one time we need when we are in difficult circumstances.
5. Frugality in the use of budget
    Frugality is highly recommended at all because it can suppress the number of excessive expenditure.
6. Grateful for what we can today
   This last point is grateful for what we can today because with gratitude God will add to the favors that have been given to us.

Rabu, 03 Agustus 2011

“EKONOMI ISLAM”


Oleh:
Mustafa Edwin Nasution
Budi Setyanto
Nurul Huda
Ekonomi Islam memiliki sifat dasar sebagai ekonomi robbany dan insany. Disebut ekonomi rabbany karena sarat dengan arahan dan nilai-nilai Ilahiyyah. Lalu ekonomi Islam dikatakan memiliki dasar sebagai ekonomi Insani karena system ekonomi ini dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuran manusia. (Qordlowi, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam). Hal. 12.
Pengertian ekonomi Islam menurut beberapa tokoh yaitu: (hal. 16-17)
  1. M. Akram Kan
Islamic economics aims the study of the human falah (well-being) achieved by organizing the resources of the earth on the basic of cooperation and participation. Secara lepas dapat diartikan bahwa ilmu ekonomi Islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar bekerja sama dan partisipasi.
  1. Muhammad Abdul Mannan
Islamic economics is a social science which studies the economics problems of a people imbueded with  the values of Islam. Jadi, menurut Mannan ilmu ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan social yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.
  1. M. Umar Chapra
Islamic economics was defined as that branch of knowledge which helps realize human well-being through an allocation and distribution of scarce resources that is an conformity with Islamic teaching without unduly curbing Individual freedom or creating continued macroeconomic and ecological imbalances. Menurut Chapra, ekonomi Islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan.
  1. M. Najjatullah Siddiqy
Islamic economics is the muslim thinker’s response to the economic challenges of their time. In this endeavour they were aided by the qur’an and the Sunnah as well as by reason and experience. Yaitu: respon pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada mas tertentu. Dalam usaha keras ini mereka dibantu oleh al-Qur’an dan Sunnah, akal dan pengalaman.

PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN


Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA
(UIN Jakarta Pers, Jaksel, 2005)
Al-Qur’an sebagaiman dikemukakan Abd. Wahhab Khallaf adalah firman Allah SWT yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada hati Rasulullah SAW, Muhammad ibn Abdillah dengan mempergunakan bahasa Arab dan maknanya yang benar, agar menjadi hujjah (dalil) bagi Muhammad SAW sebagai Rasul, undang-undang bagi kehidupan manusia, serta hidayah bagi orang yang berpedoman kepadanya, menjadi sarana pendekatan diri kepada Allah dengan cara membacanya. Ia tersusun diantara dua mushaf yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas, yang disampaikan kepada kita secara mutawattir baik dari segi tulisan maupun ucapannya, dari satu generasi ke generasi lain, terpelihara dari berbagai perubahan dan pergantian sejalan dengan firman Allah: Sesungguhnya Kami yang menurunkan ad-Dzikr (al-Qur’an) dan Kami pula yang memeliharanya.
Menurut H.M. Quraish Shihab, bahwa kata iqra’ terambil dari kata qara’a yang berarti menghimpun. Dari kata iqra’ yang berarti menghimpun ini lahir aneka makna seperti menyampaikan, menela’ah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Selain itu, kata iqra’ juga berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak.
Salih Abdullah Salih dalam bukunya yang berjudul “Islamic Education: Qur’anic Outlook”, menyimpulkan bahwa al-Qur’an adalah Kitab Pendidikan, dengan alasan:

“Muslim Tionghoa Cheng Ho”


Prof. Kong Yuanzhi
(Ed. 3, Pustaka Populer Obor, Jakarta 2007)
Cheng Ho, seperti yang dituturkan secara langsung oleh keturunan Cheng Ho ke-19, yaitu Tzeng Zhe Zhiang pada tanggal 19 September 1993 di Ninjing, Tiongkok, adalah seorang yang dilahirkan di desa He Dai kabupaten Kunyang Provinsi Yunnan, dari marga Ma, suku Hui yang mayoritas beragama Islam. Ayahnya seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji, begitupun dengan kakek dan buyutnya semuanya telah berhaji, dan seluruh keluarga Cheng Ho beragama Islam. Dengan demikian, keislaman Cheng Ho tidak diragukan lagi. Sampai saat sekarang pun keluarga besar marga Ma atau Cheng merupakan penganut agama Islam yang taat.
Ayah Cheng Ho bernama Ma Haji (1344-1382). Ma Haji adalah seorang pelaut, mempunyai enam anak, dua laki-laki dan empat perempuan, sedangkan Cheng Ho adalah anak ketiga. Cheng Ho berwajah lebar dengan hidung mancung, alis mata tegak, bermata jeli, bergigi putih bagaikan mutiara, dan bersuara lantang serta langkahnya gagah mirip harimau.
Dalam setiap pelayarannya, Cheng Ho pun telah melakukan manajemen strategi Nabi Muhammad SAW, yaitu manajemen Tao Zhugong, manajemen Confusiousme, dan manajemen Lautze yang luar biasa sempurnanya, yang telah diterapkannya 600 tahun yang lalu. Setiap pelayaran memakan waktu sekitar 2 tahun, dengan memimpin sekitar 208 kapal dalam 7 kali pelayaran. Dengan menerapkan manajemen tersebut, Cheng Ho dapat mengatur dengan apik system kerja dari awak kapalnya sesuai dengan tugas masing-masing. System kerja awak kapalnya terbagi dalam beberapa bagian, yaitu bagian komando, bagian teknik, bagian navigasi, bagian kemiliteran, bagian sipil, bagian kesehatan, bagian kebersihan, bagian logistic, bagian konsumsi dan sebagainya. Bagian konsumsi merupakan bagian yang sangat penting, karena bagian ini mengatur makanan yang bergizi untuk awak kapal selama sekitar 2 tahun. (Kata Pengantar Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, hal. xiv). Hal tersebut menunjukan bagaimana Cheng Ho telah mengimplementasikan job description sesuai dengan kompetensi para awak kapalnya, sekaligus telah menata manajemen staff function dengan baik.
Adapun tujuan sebenarnya Cheng Ho melakukan pelayaran, selain bersilaturahmi juga ingin menyebarkan/memperkenalkan agama Islam kepada penduduk setempat., bahwa Islam merupakan agama yang rasional dan Universal. Dalam memperkenalkan agama Islam kepada penduduk setempat, Cheng Ho tidak pernah memaksakan kehendaknya. Cheng Ho sangat menghargai agama lain yang dianut penduduk setempat.

Senin, 04 Juli 2011

DR. M. Umar Chapra

"ISLAM MONETARY SYSTEM"

(Original book in 1985, the publisher of The Islamic Foundation, UK)
(Jakarta, Gema Insani, 2000, Translation: Brotherhood Abidin Basri)
 
Prohibition of riba appears in the Quran on the revelation that four times the decline vary. The first (ar-Rum: 39), revealed at Mecca, confirmed that the flowers will take away God's blessings in wealth, while the charity will increase exponentially. The second (an-Nisaa ': 161), derived during the period beginning Medina, strongly condemned the practice of usury, in tune with its ban on the books earlier. In this second stage, the Qur'an aligning people who take usury with those who took the wealth of others is not right and threatening both sides with a very grievous chastisement of God. The third revelation (Ali Imran: 130-132), was lowered at about second or third year Hijrah, calling for Muslims to stay away from riba Kuum juka desired prosperity they so wish (within the meaning of true Islam). The fourth revelation (al-Baqoroh :275-281), lowered toward the completion of the mission of the Prophet, condemned those who took riba, which confirmed the clear between trade and usury, and the demands of the Muslims in order to eliminate all debts that contain usury, calling on them to take the basic course, and mengikhlaskan to borrowers who are having trouble.
Prophet Muhammad also condemned, using words that are very bright, not just those who took usury, but also those who give usury and writers who record the transactions or the witnesses. In fact, he likens the sins of people who took the sin of usury by those who commit adultery 36-fold, equivalent to the menzinahi his own mother.